Cari Blog Ini

Translate

Powered By Blogger

Selasa, 16 April 2013

USAHA DENGAN MODAL KECIL DAN HASIL BESAR


MW TW GA NEH PARA PEMBACA USAHA APA YANG DENGAN MODAL KECIL PI HSILX GUEDE

OK KRENA Q ORGX BAIK HATI MAKA AKAN Q PAPARKAN PENJELASANNYA

PA KALIAN TW TENTANK LELE???
LEL ADALAH HEWAN PEMAKAN DAGING TW DISEBUT HEWAN KARNIVORA,LELE BISA DI TEMUKAN D SUNGAI OR(KALI), RAWA2 , DAN TDAK MNUTUP KMUNGKINAN DI PASAR JGA BXAK.
G USAH BXK OMONG LANGSUNG AJA ,TERNYATA LELE BISA DI BUDIDAYAKAN DAN BISA MENGHASILKAN BANYAK RUPIAH DALAM KANTONG KITA.
BANYAK DIANTARA KITA INGIN BUDIDAYA LELE TAPI G MENGHASILKAN , TERNYATA SETELAH Q SELIDIKI KESALAHAN PARA PETANI LELE YAITU PADA MANAJEMEN PAKANNYA,

OLEH SEBAB ITU SAYA AKAN BERBAGI PENGALAMAN DENGAN PARA PEMBACA
                CARA MENGATASI MANAJEMEN PAKAN YANG BAIK YAITU DENGAN MENGGUNAKAN PAKAN ALTERNATIF

1.       BEKICOT

2.       KEONG MAZ

3.       CACING TANAH

4.       DAN TAI SAPI ATAU DI SEBUT JGA TLETONK

DAN DISINI PAKAN YANG PALINK MURANH DAN TIDAK TERLALU MENGUTRAS KANTONK YAITU DENGAN MENGGUNAKAN TLETONK, LANGKAH AWAL YAITU

1.       SIAPKAN TLETONG KIRA2 10 KG

2.        PROBIOTIK

3.       AMPAS KELAPA

4.       AIR BERAS

CARA PENGERJAANYACUKUP MUDAH YAITU

1.       TLETONG TARUH DI TEMPAT YANG AGAK BESAR

2.       CAPURKAN SEMUA BAHAN DI ATAS

3.       TUTUP RAPAT SLAMA 2/3 HARI

4.       STELAH 3 HARI BERI LOBANG KCIL2 PADA PENUTUP DAN BIARKAN SLAMA KRG LEBIH 4 HARI

5.       TARUH D TEMPAT YANG LEMBAB

MAKANAN ALTERNATIF LELE SUDAH JADI TINGGAL DI KASIHKAN KE LELE
CARANYA CUKUP MUDAH KAN
SILAHKAN MENCOBA
 

DALAM PERBANDINGANNYA DENGAN PELET YANG DI JUAL DI PASAR2 TERNYATA  TAI SAPI ATAU YANG BIASA DI SEBUT TLETONG LEBIH UNGGUL KETIMBANG PELET
TERNYATA EH TERNYATA PELET YANG DI JUAL DI PASAR HANYA MENGANDUNG 47% PROTEIN DAN SEDANGKAN TLETONG BISA MENGANDUNG 60-70% UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN LELE YANG MNIMAL BUTUH 60% PROTEIN/HARI
 SETELAH MENGALAMI PENILITIAN TERNYATA TLETONG BANYAK MENGANDUNG 
1. ARGININ
2. LISIN
3. SISTEIN
4. GLISIN
5. TIROSIN
6. HISTIDIN
7. LEUSIN
8. GLUTAMIN
9. ISOLEUSIN 
10. METIONIN
11. TRIPTOFAN
DAN INI SEMUA ADALAH PENILITAIAN DARI ANDRI IRAWAN.S.ST DARI ITB BANDUNG
 

Selasa, 09 April 2013

Cinta Yang Telah Tengelam


Cinta y’ telah tengelam

 

Cinta adalah anugerah Tuhan

Yang ingin selalu memilikinya

Namun, dikala cinta terlukis oleh penyesalan

Maka cinta itu akan tumbuh menjadi racun

 

Dengan kata lain cinta dapat merusak Iman seseorang

Namun, aku yakin

Tuhan Kan memberikan

Sebuah pengganti yang terbaik dalam segalanya

Kuberharap kudapat berdiri sendiri tanpa orang lain

Kuberharap ku mencari cinta y’ abadi

 

Hai masa laluku…

Tenggelamlah bersama mataharimu

Kutakkan pernah menangisi kepergianmu

Dan kau pun tak kan pernah melihatku

Termenung sedikitpun tuk mengingatmu

Karena kamu telah tenggelam

Dan hilang…

 

Ketahuilah bahwa kesulitan dan Kesusahan

Akan membuka pendengaran

Penglihatan, menghidupkan hati

Mendewasakan jiwa

Dan mengingatkan hamba pada Sang Pencipta

 

Dan ku yakin janji Allah, Allah berfirman

Bahwa dia tidak memutus nikmat yang telah Ia beri

Tetapi Dia akan menggantinya

Dengan yang lebih baik dari sebelumnya

Dan janji-Nya itu benar…

 

Ku harus teguh pendirian

Tuk raih kehidupan yang hakiki

 

 

 

 

 

Anak Muda Yang Bersemangat


Anak Muda Yang Bersemangat

         Semangat beribadah anak muda itu memang luar biasa. Baginya, tak ada hari tanpa puasa dan tak ada malam tanpa qiyaamullail. Siang puasa, malamnya membaca al-Quran.
Mendengar perihal anak muda-yang tidak lain adalah sahabat Nabi Abdullah Ibnu Amr itu-Nabi Muhammad SAW pun bersabda, menanyainya: “Aku dengar kau selalu puasa di siang hari dan membaca al-Quran sepanjang malam, benar?”
“Benar, wahai Rasulullah, dan aku melakukan itu semata-mata menginginkan kebaikan.”
“Sesungguhnya cukup bagimu berpuasa 3 hari setiap bulan.”
“Ya Rasulallah, saya kuat berpuasa yang lebih afdol dari itu.”
“Isterimu punya hak yang wajib kamu penuhi, tamumu punya hak yang wajib kamu penuhi, dan jasmanimu juga punya hak yang wajib kamu penuhi. Maka puasa saja seperti puasanya Nabi Daud. Beliau itu orang yang paling kuat ibadahnya.”
“Ya Rasulallah, bagaimana itu puasa Nabi Daud?”
“Sehari berpuasa, sehari tidak. Dan bacalah al-Quran setiap bulan.”
“Ya Rasulallah, saya kuat melakukan yang lebih afdol daripada itu.”
“Kalau begitu, baca setiap 20 hari.”
“Ya Rasulallah, saya kuat melakukan yang lebih afdol daripada itu.”
“Ya baca setiap 10 hari.”
“Ya Rasulallah, saya kuat melakukan yang lebih afdol dari itu.”
“Oke, bacalah setiap 7 hari. Dan jangan lebih dari itu. Isterimu punya hak yang wajib kamu penuhi, tamumu punya hak yang wajib kamu penuhi, dan jasmanimu juga punya hak yang wajib kamu penuhi.”
Ketika Abdullah Ibnu Amr sudah tua, dengan nada agak menyesal, berkat,“Ah, seandainya dulu aku menerima kemurahan Rasulullah SAW…”
Dalam suasana maraknya anak-anak muda bersemangat dalam beragama dan beribadah akhir-akhir ini, makna apa yang dapat kita ambil dari kisah dari Hadits sahih riwayat Imam Bukhari di atas?
Pertama-tama, kondisi itu perlu kita syukuri. Sebagai bentuk syukur kita, kita perlu menjaga semangat itu agar tetap menjadi faktor positif terutama dalam kehidupan keberagamaan kita. Beragama dan beribadah itu mudah. Yang sulit adalah terus beragama dan beribadah sesuai tuntunan yang diberikan oleh Sang Pembawa agama itu sendiri, dalam hal ini adalah Rasulullah SAW.
Kisah nyata yang diceritakan sendiri oleh pelakunya, sayyidina Abdullah Ibnu Amr melalui antara lain riwayat Imam Bukhari di atas, memberikan gambaran yang menarik tentang “tawar-menawar” antara semangat keberagamaan yang menggebu dari anak muda dan kearifan Sang Pembawa agama. Semangat anak muda yang merasa memiliki kekuatan riil untuk melakukan amal kebaikan seoptimal mungkin, berhadapan dengan kearifan Sang Nabi yang tidak hanya melihat kebaikan amal semata, tapi juga terutama kelangsungan amaliah baik itu sendiri.
Orang arif mengatakan “Laa khaira fii khairin laa yaduumu bal syarrun laa yaduumu khairun min khairin laa yaduumu” yang artinya Tidak ada baiknya kebaikan yang tidak berlangsung terus, malahan keburukan yang tidak berlangsung terus, lebih baik daripada kebaikan yang tidak berlangsung terus. Ucapan sahabat Nabi, Abdullah Ibnu Amr, di masa tuanya boleh jadi merupakan semacam “penyesalan” mengapa tidak mengikuti bimbingan Nabinya yang menawarkan sesuatu yang lebih ringan tampaknya, tapi dapat dilaksanakan dalam segala umur dengan semangat dan gairah yang sama.
Kisah sahabat Abdullah Ibnu Amr di atas hanya sebagian dari tuntunan Rasulullah SAW dalam hal bersikap tawassuth, tidak berlebihan, dan hikmahnya. Masih banyak Hadits yang menganjurkan kita untuk bersikap sedang-sedang atau sederhana, tidak berlebih-lebihan dalam segala hal.
Kenyataan juga membuktikan bahwa keberlebih-lebihan hampir selalu menimbulkan masalah. Berlebih-lebihan mencintai maupun membenci, misalnya, sama-sama berakibat buruk. Berlebih-lebihan dalam mencintai dunia menimbulkan malapetaka. Berlebih-lebihan menilai kehebatan diri sendiri juga terbukti merusak diri sendiri dan lingkungan. Orang yang berlebih-lebihan dalam segala hal, pasti tidak bisa berlaku adil dan istiqamah.
Biasanya, ketika sedang bersemangat, kita memang sering lupa akan keburukan sikap berlebih-lebihan itu. Sementara, sudah merupakan kewajaran bahwa kaum muda memiliki semangat yang berkobar-kobar. Ini merupakan hal yang positif. Apalagi, semangat itu merupakan semangat beragama. Yang perlu dijaga ialah bagaimana semangat itu tidak seperti ungkapan, “panas-panas tai ayam” dan tidak menjerumuskan kepada sikap berlebih-lebihan. Untuk itu, semangat beragama mesti diikuti dengan semangat terus memperdalam pengetahuan tentang agama.
Kalau tidak-kalau semangat beragama jauh lebih besar daripada pemahaman tentang agama-justru malah bisa menimbulkan masalah seperti yang sering terjadi di sekitar kita dewasa ini.
 

Daftar Blog Saya